Gresik, syiarmu.com – Pada Ahad (19/7/2026) KKN Kelompok 13 Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menyelenggarakan edukasi pengelolaan sampah dan bank sampah, serta demonstrasi penggunaan Teknologi Tepat Guna (TTG). Kegiatan ini diikuti oleh warga Kelurahan Patokan dari RW 1 hingga RW 6.
Kegiatan berlangsung pada pukul 09.00–11.00 WIB dan disambut antusias oleh warga. Edukasi diawali dengan pemaparan mengenai pengelolaan sampah dan cara memilah sampah berdasarkan jenisnya. Selanjutnya, mahasiswa memperkenalkan konsep bank sampah beserta mekanismenya, dilanjutkan dengan pengenalan alat TTG press botol dan bank sampah hasil rancangan kelompok KKN.


Warga turut mempraktikkan langsung cara mengepres botol menggunakan alat tersebut.
Antusiasme warga terlihat tinggi saat mencoba alat TTG, bahkan beberapa di antaranya meminta diajarkan cara pembuatannya agar dapat diterapkan secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Pada sesi tanya jawab, warga menyampaikan keluhan terkait penumpukan sampah yang masih menjadi masalah di Kelurahan Patokan. Menurut warga, persoalan ini bukan semata-mata disebabkan oleh kelalaian individu, tetapi juga kurangnya sinergi dari pihak pemerintah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup, dalam memfasilitasi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Hingga saat ini, warga mengaku belum menemukan solusi yang tepat dalam mengelola sampah organik, anorganik, maupun sampah residu, karena minimnya kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup, kelurahan, dan perangkat desa setempat.

Oleh karena itu, masyarakat Kelurahan Patokan berharap adanya solusi konkret dalam pengelolaan sampah, yang didukung oleh kerja sama nyata dari pihak pemerintah setempat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Kelompok 13 memperoleh pemahaman langsung mengenai persoalan yang dihadapi masyarakat Kelurahan Patokan, dan berupaya menjadi jembatan penghubung antara warga dan pemerintah setempat demi terciptanya solusi yang berkelanjutan.
“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Sampah yang hari ini tampak menjadi beban, jika dikelola bersama dengan semangat gotong royong, dapat berubah menjadi berkah dan peluang. Kami percaya, dengan kolaborasi yang erat antara masyarakat, mahasiswa, dan pemerintah, Kelurahan Patokan mampu mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari untuk generasi mendatang,” ujarnya. (Tim KKN 13/Fikri)
