Surabaya, syiarmu.com — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, kemampuan menggunakan media sosial secara bijak menjadi kebutuhan penting bagi generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) menggelar kegiatan psikoedukasi di MTs Muhammadiyah 20 dengan mengangkat tema “Cermat Bermedia Sosial dalam Perspektif Islam.”
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya literasi digital yang berlandaskan nilai-nilai keislaman. Melalui materi yang disampaikan, para peserta diajak untuk memahami bahwa media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi dan hiburan, tetapi juga ruang untuk menunjukkan akhlak dan karakter seorang muslim.

Materi psikoedukasi disampaikan oleh Akhmad Isa Nasrullah, yang menekankan pentingnya sikap kritis dalam menerima informasi serta etika dalam berinteraksi di dunia maya. Menurutnya, pengguna media sosial perlu membiasakan budaya tabayyun sebelum membagikan informasi, menghindari penyebaran hoaks, serta menjaga tutur kata agar tidak menimbulkan fitnah maupun perpecahan.
“Sebagai generasi digital, kita tidak hanya dituntut cerdas dalam menggunakan teknologi, tetapi juga harus mampu menjadikan media sosial sebagai sarana menebar kebaikan dan nilai-nilai positif,” jelasnya dalam pemaparan materi.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang mendapat antusias tinggi dari para siswa. Berbagai pertanyaan terkait fenomena media sosial, keamanan digital, hingga cara menghadapi konten negatif menjadi topik yang menarik perhatian peserta.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Psikologi UMSurabaya berharap para siswa MTs Muhammadiyah 20 mampu menjadi generasi yang tidak hanya melek digital, tetapi juga memiliki kesadaran moral dan spiritual dalam bermedia sosial.

Dengan demikian, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai sarana dakwah, pembelajaran, dan pengembangan diri yang membawa manfaat bagi umat dan masyarakat luas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa dalam mengimplementasikan keilmuan psikologi melalui edukasi yang relevan dengan kebutuhan generasi muda, sekaligus memperkuat nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di ruang digital. (Eka/Fikri)
